Inggris-Kroasia bersaing lagi
Inggris dan Kroasia akan berhadapan lagi berdasarkan hasil undian untuk babak penyisihan Piala Dunia 2010
Kroasia baru saja mengalahkan Inggris di Stadiun Wembley 3-2, hasil yang memupuskan harapan Inggris untuk bisa tampil di putaran final Euro 2008 pertengahan tahun depan.
Undian berlangsung Durban, Afrika Selatan yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Ini kali pertama putaran final Piala Dunia akan digelar benua Afrika.
Juara Dunia Italia diundi masuk Grup 8 bersama Bulgaria dan Irlandia.
Di Zona Asia, Australia bersaing dengan Cina, Qatar dan juara Piala Asia Irak di Grup 1.
Sementara itu, Korea Selatan dan Korea Utara bersaing dalam satu grup. Bersama Yordania dan Turkmenistan, kedua Korea bersaing di Grup 3.
Hasil undian
Dari hasil undian untuk Eropa, Grup 1 mempertemukan Portugal, Swedia, Denmark, Hungary, Albania, dan Malta.
Sedangkan, Grup 2 mencakup Yunani, Israel, Swiss, Moldova, Lativa, dan Luxembourg
Di Grup 3, Republic Cheko bersaing dengan Polandia, Irlandia Utara, Slovakia, Slovenia, serta San Marino.
Sementara itu, Jerman, Rusia, Finlandia, Wales, Azerbaijan, dan Liechtenstein bersaing di Grup 4.
Di Grup 5, Spanyol berhadapan dengan Turki, Belgia, Bosnia-Herzegovina, Armenia, dan Estonia.
Inggris akan kembali menghadapi Kroasia selain Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Andorra di Grup 6.
Grup 7 mempertemukan, Austria, Faeroe Islands, France, Lithuania, Romania, dan Serbia.
Di Grup 8, Italia ditantang Bulgaria, Siprus, Georgia, Irlandia dan Montenegro
Dan, Grup 9 mencakup Belanda, Islandia, Maksedonia, Norwegia, Skotlandia.
Kesempatan besar
Undian digelar di Pusat Konvensi Internasional Durban disaksikan oleh Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki.
Para wartawan mengatakan, menjadi tuan rumah turnamen bola terpenting dunia ini dipandang sebagai kesempatan sangat besar bagi Afrika Selatan, yang otomatis berhak bertanding di putaran final, dan juga bagi seluruh benua Afrika.
Menjelang undian, pimpinan badan sepakbola dunia, FIFA, Sepp Blatter menyatakan keprihatinannya soal perkembangan yang dia sebut sebagai trend untuk menaturalisasikan pemain Brazil sebagai warga negara lain, sehingga mereka bisa bermain di tim nasional negara yang bersangkutan.
Blatter memperingatkan, masa depan kompetisi Piala Dunia terancam risiko didominasi oleh pemain-pemain kelahiran Brazil.